
BAB.I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar tentang kata “psikologi”. Psikologi berasal dari bahasa yunani yaitu,psyche yang artinya jiwa, dan logos yang artinya ilmu pengetahuan, jadi phisikologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang jiwa.
Dalam makalah ini kami membahas tentang perkembangan psikologi karakteristik perkembangan psikofosik pada masa sebelum lahir, dimana psikofisik yaitu suatu kajian yang menghubungkan sifat-sifat fisik stimulus dengan pengalaman seseorang dengan stimulus tersebut.
Pada dasarnya perkembangan psikologi maupun psikofisik sangat mempengaruhi sifat terutama sifat yang diturunkan sejak dalam usia kandungan. Usia kandungan adalah usia dimana periode yang paling singkat dari seluruh periode. Periode inilah yang disebut dengan periode prenatal, yaitu dimana pada pada periode ini sangat mempengaruhi perkembangan janin untuk selanjutnya ( menjadi bayi ) dan juga sangat mempengaruhi sifat bawaan yang diturunkan oleh si ibu tersebut.
B. Tujuan
- Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan memahami tentang perkembangan usia kandungan.
- Mahasiswa mampu memahami karakteristik perkembangan psikofisik.
- Mahasiswa mampu menjelaskan mekanisme gen dan hereditas.
- Mahasiswa mampu menjelaskan interaksi biologis dan prilaku.
BAB II
ISI
1. Karakteristik Perkembangan Psikofisik Pada Masa Sebelum Lahir
Periode ini merupakan perkembangan pertama yang paling penting dalam rentang kehidupan dan periode ini adalah periode paling singkat yaitu kurang lebih panjangnya 270 sampai 280 hari atau 9 bulan.
Didalam periode ini ada yang disebut dengan periode prenatal yaitu masa yang mengandung banyak bahaya baik fisik maupun psikologi dimana bahaya-bahaya ini dapat mempengaruhi pola perkembangan selanjutnya atau bahkan mempengaruhi suatu perkembangan periode prenatal mempunyai ciri-ciri:
a. Sifat bauran
Sifat bauran berfungsi sebagai perkembangan selanjutnya diturunkan sekali untuk selamanya. Sifat ini dapat mempengaruhi sifat-sifat fisik dan psikologi yang membentuk sifa-sifat bawaan perubahan yang terjadi bersifat kuantitatif.
b. Sifat bawaan
Sifta bawaan dipengaruhi oleh kondisi-kondisi lingkungan. Kondisi yang baik dalam tubuh ibu dapat menunjang perkembangan sifat bawaan sedangkan kondisi yang tidak baik dapat menghambat perkembangan dan bahkan sampai mengganggu pola perkembangan yang akan datang.
c. Jenis kelamin
Jenis kelamin individu yang baru diciptakan sudah dipastikan pada saat pertumbuhan dan kondisi-kondisi dalam tubuh ibu tidak akan mempengaruhinya, sama halnya dengan sofat bawaan. Kecuali kalau dilakukan pembedahaan dalam operasi perubahan kelamin, jenis kelamin individu yang sudah ditetapkan pada saat pembuahan tidak berubah.
d. Perkembangan dan pertumbuhan
Perkembangan dan pertumbuhan yang normal lebih banyak terjadi selama periode prenatal dibandingkan periode-periode lainnya dalam seluruh kehidupan individu. Selama 9 bulan sebelum kelahiran individu tumbuh dari sel kecil yang tampak dari mikroskop menjadi bayi yang panjangnya sekitar 20 inci dan beratnya sekitar 7 pon diperkirakan pada masa itu berat badan bertambah sebelas juta kali. Begitu juga dengan perkembangan fisik dari sebuah sel berbentuk bulat berkembang menjadi anggota tubuh manusia baik eksternal maupun internal sehingga pada waktu lahir dapat dikenali sebagai manusia, meskipun ciri-ciri eksternalnya secara proposional berbeda dengan ciri-ciri anak yang lebih tua usianya.
e. Pembentukan sikap
Peride prenatal merupakan sifat dimana individu membentuk sikap pada dirinya yang baru diciptakan sikap-sikap ini akan sangat mempengaruhi cara bagaimana idividu-individu ini diperlakukan, terutama selama tahun pertama pembentukan kepribadiannya. Kalau sikap-sikap ini sangat bersikap emosional, maka hal ini dapat seringkali merusak keseimbangan ibu dan dengan demikian dapat mengganggu kondisi dalam tubuh ibu sangat penting bagi perkembangan normal dari individu yang baru diciptakan.
Periode prenatal mempunyai karakteristik sebagai berikut:
• Bakat/pembawaan yang ditentukan saat konsepsi akan menjadi dasar bagiperkembangan selanjutnya.
• Kondisi yang baik pada saat ini, akan membantu perkembangan bakat dan potensi anak, sedangkan kondisi yang baik akan menghambat bahkan merusak perkembangan selanjutnya.
• Dalam periode ini, terjadi pertumbuhan yang lebih cepat dibandingkan dangan peride-periode kehidupan lainnya.
• Sikap calon orang tua terhadap janin, akan mempengaruhi cara mereka mengasuh anaknya.
Banyak faktor yang akan mempengaruhi perkembangan anak pada peride ini, antara lain usia ibu waktu mengandung, makanan ibu terutama pada usia kandungan 1-5 bulan, keadaan emosi ibu, obat-obatan yang dikonsumsi ibu, dan penyakit ibu yang diderita ktika mengandung.
Kondisi yang mempengaruhi perkembangan janin pra-lahir atau masa kandungan antara lain:
o Gizi ibu
o Sinar x dan radium
o Kekurangan vitamin
o Alcohol
o Kesehatan ibu
o Tembakau
o Factor rh/tipe darah ibu dan ayah
o Usia orang tua
o Obat-obatan, dan
o Kesesakan rahim
Faktor yang mempengaruhi sikap orang tua, antara lain:
o Keinginan untuk mendapatkan anak
o Konsep anak yang diinginkan
o Keadaan fisik selama kehamilan
o Kelas sosial orang tua
o Keadaan salama kehamilan
o Status ekonomi
o Mimpi dan fantasi calon ibu
o Usia orang tua
o Pengalaman awal dengan anak
o Minat dan aspirasi calon ibu
o Sikap dan pengalaman teman
o Media masa
Bahaya fisik dalam berbagai periode pra-lahir (masa kandungan):
1) Periode ovum
- Ovum mati sebelum tertanam di dinding rahim
- Tidak adanya persiapan dinding rahim untuk menerima ovum
- Suatu kehamilan tabung, mengakibatkan tidak ada ruangan untuk tumbuh dan tidak ada makanan
- Melekatnya ovum pada bidang sempit jaringan fibroid dalam dinding rahim bisa menghalangnya untuk menerima makanan.
2) Periode embrio
- Keguguran
- Ketidakteraturan perkembangan
3) Periode janin
- Kemungkinan keguguran hingga bulan lunar kelimaeerutama pada saat mensturasi biasa terjadi
- Premature dengan komplikasi dan kemungkinan kematian
- Postmatur dengan komplikasi dan kemungkinan kematian
- Komplikasi prosses kelahiran karena postmatur janin, posisi janin yang tidak baik, dan ketidakseimbangan kelenjar akibat stress.
- Ketidakteraturan perkembangan.
Sikap yang tidak menguntungkan terhadap anak yang belum lahir
o Tidak menginginkan anak itu
o Tidak menginginkan anak itu sekarang
o Tidak menginginkan anak kelahiran kembar
o Keinginan kuat untuk melahirkan anak dengan jenis kelamin tertentu
o Keinginan kuat untuk type anak tertentu
o Menginginkan terjadinya keguguran dan aborsi
o Memandang rendah anak.
2. Mekanisme Gen dan Hereditas
Gen adalah kromosom-kromosom pembawa sifat hereditas setiap kromosom terdiri dari rangkaian butir-butir menyerupai merjan. Jadi apakah anak akan mempunyai kulit hitam atau kuning, rambut keriting atau lurus, cerdas atau kurang cerdas, perawakan tinggi atau pendek, periang atau pemurung ditentukan oleh sifat-sifat yang ada pada genes ini. Dipekirakan bahwa setiap kromosom manusia terdapat sekitar tiga ribu genes. Seperti halnya kromosom genes-genes ini pun dalam pasangan-pasangan, yang sebuah berasal dari ibu dan sebuah dari ayah. Karena kombinasi dari gen ini pada waktu konsepsi terjadi secara kebetulan maka sifat-sifat dasar anak-anak dari orangtua yang sama tidak pernah sama kecuali kalau merupakan anak kembar yang berasal dari telur. Begitu juga dengan nucleus ovum dan nucleus spermatozoum bersatu pada waktu konsepsi yang berarti bersatunya gen dari pihak ayah dan gen dari pihak ibu menurut suatu cara tertentu maka sifat-sifat anak lahir mauupun batin telah ditentukan jika hal ini terjadi maka tidak akan ada kekuatan yang mampu merubahnya. Sifat-sifat yang ditentukan pada waktu ini akan tetap dibawah individu selama hayatnya dan mempengaruhi penilaiannya terhadap lingkungannya.
Sedangkan hereditas adalah kecenderungan untuk berkembang mengikuti pola-pola tertentu,misalnya kecenderungan bertambah besar, kencenderungan berjalan tegak, kecenderungan menjadi orang yang lincah atau pendiam dan lain sebagainya.
3. Isu Yang Natural dan Isu Yang Nurture
Perdebatan kekhawatiran yang relatif pentingnya seorang individu lahir dari kualitas dalam menentukan atau menyebabkan individu perbedaan fisik dan perilaku suatu ciri/sifat. Yaitu antara Nature, yakni nativisme, atau innatisme dengan Nurture, yakni empirisme atau behaviorisme. Yang menyebabkan terjadinya perbedaan-perbedaan individual itu ada 2 faktor pokok, yaitu: factor yang ditimbulkan oleh hereditas dan factor yang ditimbulkan oleh lingkungan. Misalnya, ada dua orang anak yang hampir sama kepandaiannya di dalam kelas umumnya tidak disebabkan oleh factor yang sama. Anak yang satu kemungkinan mempunyai bakat yang baik yang sudah jadi keturunan orangtuanya (keluarga yang pandai) dengan lingkungan yang kurang menguntungkan bisa mencapai taraf kepandaian itu. Akan tetapi meskipun demikian, mustahil ia akan menjadi anak yang pandai kalau ia tidak mau berusaha sendiri untuk menambah pengalamannya dalam lingkungan yang lebih baik. Sebaliknya anak yang kedua mendapatkan mendapatkan tingkat kepandaian itu , karena lingkungannya memberikan fasilitas kea rah itu, misalnya orang tuanya adalah termasuk keluarga yang terdidik. Akan tetapi perlu disadari bahwa lingkungan yang baik belum merupakan jaminan bagi seseorang untuk secara otomatis memanfaatkan lingkungannya. Seorang anak berasal dari keluarga penyanyi, otomatis belum tentu bisa menyanyi, kalau dalam dirinya tidak ada minat untuk belajar menyanyi. Begitu juga anak dari keluarga terdidik tadi tidak akan menjadi anak yang pandai kalau ia tidak mempunyai perhatian terhadap pelajaran-pelajaran sekolahnya.
Jadi jelaslah antara kedua factor ini, hereditas (nature) dan lingkungan (nurture), terdapat pola-pola kombinasi dan interaksi yang sangat rumit dan berbelit-belit, sehingga seringkali tidak mudahlah bagi kita untuk membedakan akibat-akibat manakah yang sungguh-sungguh ditimbulkan oleh kedua factor tersebut.
4. Interaksi Biologis Dan Prilaku
Interksi biologis dan perilaku ini tidak dapat dipisahkan. Prilaku dapat dijelaskan dengan cara yang berbeda-beda. Interaksi dalam psikologi sedikitnya ada 5 cara pendekatan, yaitu
Pendekatan Neurobiological
Prilaku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf. Pendekatan neurobiological berupaya mengaitkan prilaku yang terlihat dengan implus listrik dan kimia yang terjadi didalam tubuh serta menentukan proses neurobiologi yang mendasari prilaku dan proses mental.
Pendekatan Prilaku
Menurut pendekatan ini prilaku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang. Secara sederhana dapat digambarkan dalam model S – R atau suatu kaitan Stimulus – Respon. Ini berarti tingkah laku itu seperti reflek tanpa kerja mental sama sekali. Pendekatan ini dipelopori oleh J.B. Watson kemudian dikembangkan oleh banyak ahli, seperti Skinner, dan melahirkan banyak sub-aliran.
Pendekatan Kognitif
Pendekatan ini menekankan bahwa tingkah laku adalah proses mental, dimana individu (organisme) aktif dalam menangkap, menilai, membandingkan, dan menanggapi stimulus sebelum melakukan reaksi. Jika dibuatkan model adalah sebagai berikut S – O – R. Individu menerima stimulus lalu melakukan proses mental sebelum memberikan reaksi atas stimulus yang datang.
Pendekatan Psikoanalisa
Pendekatan ini dikembangkan oleh Sigmund Freud. Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, implus, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.
Pendekatan Fenomenologi
Pendekatan ini lebih memperhatikan pada pengalaman subyektif individu karena itu tingkah laku sangat dipengaruhi oleh pandangan individu terhadap diri dan dunianya, konsep tentang dirinya, harga dirinya dan segala hal yang menyangkut kesadaran atau aktualisasi dirinya. Ini berarti melihat tingkah laku seseorang selalu dikaitkan dengan fenomena tentang dirinya.
BAB III
PEMBAHASAN
Periode perkembangan pertama merupakan periode yang sangat penting yang disebut dengan periode prenatal, yaitu dimana periode yang banyak mengandung bahaya baik fisik maupun psikologi dan merupakan perkembangan yang paling singkat yaitu Sembilan bulan ( masa kandungan ). Jadi perkembangan ini merupakan awal dari semua perkembangan, jika perkembangan awalnya baik maka perkembangan selanjutnya akan baik pula.
Periode prenatal mempunyai ciri – ciri, yaitu :
- Periode prenatal bersifat bauran, artinya adanya sifat bawaan dari orang tuanya. Sifat bawaan tersebut bersifat kuantitatif artinya perkembangannya bertahap sesuai perkembangan usia.
- Periode prenatal bersifat bawaan, yaitu sifat yang ditimbulkan dari lingkungan dan diturunkan kepada calon anaknya. Jika seorang ibu tidak menjaga kandungannya, misalnya minum obat – obatan, maka akan menimbulkan gangguan pada calon individu baru tersebut dalam perkembangannya selanjutnya.
- Jenis kelamin : merupakan hal yang mutlak, tidak bisa diganggu gugat, sudah ditetapkan pada saat pembuahan dan tidak dapat berubah.
- Sebagai perkembangan dan pertumbuhan. Periode prenatal ini merupakan periode yang sangat penting dalam perkembangan dan pertumbuhan yang normal dari sel yang kecil terus berkembang sampai menjadi bayi.
- Periode prenatal sebagai pembentuk sikap pada individu baru yang akan mempengaruhi individu – individu tersebut diperlakukan terutama pada masa pembentukan kepribadian, sikap ini bersifat emosional
Faktor yang mempengaruhi perkembangan anak antara lain usia ibu waktu mengandung, makanan yang dikonsumsi ibu, keadaan omosi si ibu, obat – obatan yang dikonsumsi, dan penyakit yang diderita ketika sedang mengandung.
Gen merupakan kromosom – kromosom pembawa sifat setiap kromosom dari rangkaian butir-butir yang menyerupai merjan, diperkirakan bahwa setiap kromosom manusia terdapat sekitar 3000 genes seperti halnya kromosom gen ini mempunyai pasangan yang satu dari gen ibu dan yang satunya lagi dari gen ayahnya. Karena kombinasi dari gen ini pada waktu konsepsi terjadi secara kebetulan maka sifat-sifat dasar anak-anak dari orangtua yang sama tidak pernah sama kecuali kalau merupakan anak kembar yang berasal dari sel telur. kulit hitam atau kuning, rambut keriting atau lurus, cerdas atau kurang cerdas, perawakan tinggi atau pendek, periang atau pemurung ditentukan oleh sifat-sifat yang ada pada genes tersebut.
Sedangkan hereditas merupakan bagian dari gen yang membawa sifat yang diturunkan dari ayah dan ibunya dan akan menimbulkan kecenderungan-kecenderungan seperti kecenderungan berjalan tegak, cenderung cerdas dal sebagainya. Kecenderungan tersebut tidak hanya terdapat selama masa kanak-kanak tetapi tetap ada pada diri kita selama masih hidup. Akan tetapi kecenderungan-kecenderungan tersebut tidak mungkin terwujud menjadi kenyataan jika tidak mendapatkan kesempatan dan rangsangan dari luar untuk berkembang.
Interaksi biologi dan prilaku sangat erat hubungannya, Prilaku manusia pada dasarnya dikendalikan oleh aktivitas otak dan sistem syaraf, kemudian diaplikasikan dalam suatu gerakan yang menghasilkan suatu interaksi antara otak,saraf, dan prilaku yang dihasilkan. prilaku pada dasarnya adalah respon atas stimulus yang datang, maksudnya otak memberikan rangsangan atau perintah yang direspon oleh sistem saraf kemudian menghasilkan suatu gerakan atau suatu tingkah laku baik itu berada dalam alam bawah sadar maupun alam sadar.
DAFTAR PUSTAKA
1. Surana, Dedih., 2005. Perkembangan peserta didik. Fakultas Tarbiyah: Bandung.
2. Walgito, Bimo., 2003. Pengantar psikologi umum. Andi: Yogyakarta.
3. Patty, F,. 1982. Pengantar psikologi umum. Usaha nasional: Surabaya.
4. www.wikipedia.com.

